Trilogi, Kesan dan Pesan selama MABIM

 Bukan tanpa alasan saya bersusah payah membuat blog seperti ini, melainkan tugas lah yang memaksa saya. Walaupun begitu, saya tetap mengerjakannya dengan lapang dada. Tugas menginsruksikan saya untuk membuat blog dengan tema "kesan dan pesan" selama MABIM, juga tentunya Trilogi Nusa Putra "amor deus, amor parentius, amor conservis"


Sebelumnya, perkenalkan, Saya Farel Alkhafi Yudiansyah yang akrab dipanggil Derrel, namun tetap saja orang orang memanggil saya Farel. Saya berasal dari prodi Sistem Informasi dan kelompok 35, Vinton Cerf & Robert Khan yang biasa disebut sebagai Father of Internet karena penemuannya yang memungkinkan kita saling terhubung meski hanya di dunia virtual.

si ganteng 


Apa dulu ya? mungkin trilogi dulu?


AMOR DEUS

Banyak dari kalian pastinya sudah paham makna 1 dari trilogi ini. Belum tahu? Oke. 

Amor deus, diambil dari bahasa latin yang artinya secara mentah adalah "cinta kasih tuhan". Sebagai anugerah cahaya insan Nusa Putra untuk tetap menjalankan syariat agama, beragama merupakan kebutuhan dan cinta kita kepada Tuhan, bukan lagi sebagai kewajiban. Siapa juga yang tidak cinta kepada tuhan? semua yang beragama pastinya cinta terhadap Tuhan-nya, bukan? 


Siapa sangka? membuang sampah itu sama saja dengan bentuk cinta kasih kepada tuhan, dan saya selalu menerapkan itu di dalam kehidupan saya pribadi. Dengan membuang sampah pada tempatnya, saya menjaga lingkungan agar tetap bersih.


AMOR PARENTIUS

Dalam bahasa latin, artinya; Cinta Kasih Orang Tua. Sebagai kekuatan insan Nusa Putra untuk menjaga ajaran dan nilai-nilai luhur rasul, leluhur, kedua orang tua dan guru-guru kita serta orang orang soleh sebelum kita.


Sejatinya, orang tua merupakan orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita. Bagaimana tidak? Kita bisa makan dengan enak, bersekolah dengan tenang tanpa harus memikirkan biaya adalah berkat jasa orang tua. Sebagai insan Nusa Putra yang menjunjung tinggi salah satu dari trilogi ini, kita semua wajib untuk menghormati dan menyayangi orang tua kita.


Guru. Guru adalah orang tua kita saat kita berada di sekolah. Kita bisa menjadi insan pintar yang berpendidikan itu dikarenakan guru kita yang mengajar kita debgan sepenuh hati.


AMOR CONSERVIS 

Diambil dari bahasa latin juga yang artinya; Cinta Kasih Sesama. Sebagai pengikat insan Nusa Putra untuk menjalani hidup berdampingan secara damai dalam menyikapi setiap perbedaan, karena Tuhan berkehendak atas adanya perbedaan itu sendiri


Manusia merupakan makhluk sosial, dimana kita tidak bisa hidup tanpa manusia lain. Bayi butuh ibu, pelajar butuh guru, pekerja butuh rekan kerja, petani butuh kita semua untuk membeli hasil panen-nya. Tanpa ada cinta kasih terhadap sesama, tentunya bumi tak akan layak huni, tak akan ada rasa aman karena semua manusia akan menjadi pribadi yang egois. 


Maka dari itu, sebagai insan Nusa Putra yang menjunjung tinggi salah satu dari trilogi ini, kita harus cinta kepada sesama.


Sekarang, mari kita bahas kesan dan pesan saya selama mabim. 


Secara keseluruhan ini sudah cukup baik. Panitia dan staff menjalankan tugasnya dengan sangat baik dan sangat profesional. Iuran 65rb juga agaknya cukup masuk akal. Kuota, voucher grab, makan pagi-siang di hari terakhir. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya alasan mengapa anak internasional seperti diperlakukan secara khusus? Mereka duduk di kursi sedangkan kami di lapangan? Juga, mengapa mereka berpakaian bebas sedangkan kami diwajibkan memakai pakaian tertentu?. Dimana mereka di hari kedua?


Pesan saya hanya satu; teruslah melangkah walau tak secepat yang lain 


LITTLE STEPS FOR WIDE VISION


Comments