TUGAS KENUSAPUTRAAN

   Sebagai insan yang diberi nyawa, sebagai pribadi yang tinggal di Indonesia, juga sebagai Mahasiswa Nusa Putra University, perlulah bagi kita untuk tetap memiliki pegangan dan acuan untuk beribadah seperti yang ada pada Trilogi Nusa Putra: Amor Deus. Saya, Farel Alkhafi Yudiansyah AKA Derrel Prodi Sistem Informasi angkatan 2025, terlahir sebagai muslim dan memiliki ibu yang merupakan seorang mualaf. Secara hukum, saya adalah Islam. Walaupun begitu, saya memutuskan untuk menjadi Protestan sebagai acuan saya untuk beribadah.




 

GKI Penginjil Sukabumi adalah wadah utama saya untuk terus belajar dan bertumbuh dalam iman Kristus. Disana, Saya tidak hanya mengikuti ibadan rutin yang dilakukan setiap hari senin. Tiap hari Sabtu sore, komunitas anak muda GKI Penginjil Kota Sukabumi, yang lebih dikenal dengan Penginjil Youths selalu mengadakan ibadah rutin. Ibadah yang dikemas interaktif dan hangat membuat saya nyaman walau saya bukan murni protestan. Sebulan sekali juga ibadah gabungan Youths-teens dilakukan, kami saling bertuka pikiran dan bertumbuh bersama dalam iman kristus. 2025 juga adala tahun pertama merasakan ibadah natal dengan khusyuk di gereja.

 





Sementara itu, di lingkup kampus, Saya tergabung dalam organisasi PMKK ( Persekutuan Mahasiswa Kristen Katholik). PMKK rutin melaksakan persekutuan di hari selasa. Saya yang haus akan firman tuhan tentu selalu menyempatkan hadir di persekutuan bersama teman teman seiman lainnya. PMKK juga berlaku layaknya ibadah khusus pemuda yang dikemas dengan interaktif dan menyenangkan. Selain itu, pmkk juga kerap mengadakan ibadah gabungan bersama dengan mahasiswa lain dari luar Nusa Putra yang dilaksanakan di Home Training. Ya, PMKK memiliki home training yang berbasis di daerah cisaat, tempat siapapun bisa menimba ilmu bahasa inggris dan komputer.










 

Melihat kembali ke belakang selama setahun ini, saya bersyukur atas setiap prosesnya. Baik di bangku gereja GKI Sukabumi maupun di dinamika organisasi PMKK, Tuhan telah membentukku menjadi pribadi yang lebih dewasa secara rohani. Pertumbuhan iman ini menjadikanku lebih adaptif, tangguh, dan siap untuk terus menjadi berkat serta saksi-Nya di mana pun aku ditempatkan.


Comments

Popular posts from this blog

Trilogi, Kesan dan Pesan selama MABIM